Bersua Tanpa Kata dan Tahta..
ketika mata mulat melihat tanpa arah..
ketika mulut berbicara tanpa tertata..
ketika itu hati mulai berdiri tanpa situasi yang pasti (bimbang)
suara mulai kusam oleh situasi..
nafsu yang menghimpit mulai tak terkendali..
harta, tahta dan kekuasaan mulai beranjak untuk digemari..
semakin kelam duniaku..
semakin memasrahkan untuk dimiliki..
semakin pula bermimpi menjadi penguasa abadi..
hamba..
kini menjadi pemuas arah untuk penguasa pemerintah..
24, Mei 2015 - Minggu
ketika mulut berbicara tanpa tertata..
ketika itu hati mulai berdiri tanpa situasi yang pasti (bimbang)
suara mulai kusam oleh situasi..
nafsu yang menghimpit mulai tak terkendali..
harta, tahta dan kekuasaan mulai beranjak untuk digemari..
semakin kelam duniaku..
semakin memasrahkan untuk dimiliki..
semakin pula bermimpi menjadi penguasa abadi..
hamba..
kini menjadi pemuas arah untuk penguasa pemerintah..
24, Mei 2015 - Minggu
jangan berfikir kita bisa melakukan sesuatu tapi berfikirlah bagaimana kita mempertahankan sesuatu dari kemampuan yang kita miliki.
ketika semua berdiri dan mengabdi dengan kondisi diri sendiri dan menjadikan diri ini adalah sumber dari segalanya maka yakinlah bahwa masa depan kita itu akan menjadi orang yang sukses.
diri kita punya potensi jadi berfikir positive saja dalam menjalani semuanya.
coba berfikir sejenak apa yang kita lakukan itu benar atau tidak dengan apa yang kita harapkan...
desah nafasku yang terhempas
mengayun sepi untuk duniaku berdiri
disini..
ujung raga ku mengabdi diri padamu
bukan buat mereka ataupun yang lain
tapi KAMU, sang BIDADARI hidupku
mentari mungkin selalu bersinar
angin pun mungkin akan selalu berhembus
jantung yang berdetak akan selalu berirama
hanya tertuju untukmu BUNGA hatiku..
aku cinta kau untuk selamanya..
for AMALIA NISAUL FUTUH
by . Eman Suherman Respathy
kamis, 07 Maret 2013
Universitas Muhammadiyah Tangerang
ketika menjadi doa dalam sebuah pertanyaan, dan ketika menjadi bencana dalam sebuah kejadian...
diam..
bimbang..
lemah..
menjadi saksi dalam berimaji saat ini..
sirna hanya menjadi sebuah pertanyaan dalam diri..
terima kasihku..
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH adalah genggaman kepalaku dalam berfikir dan mengabdiku dalam menggapai harapanku kelak untuk masa depan..